3.07.2009

Suka Duka Gerakan 8 Menit

Semua kader dakwah pasti pernah melakukan direct selling. Dan tentunya sudah mengalami beberapa kejadian dan sambutan masyarakat. Tentunya pengalaman penulis masih jauh di bawah standar daripada ikhwah yang lain. Namun saya mencoba menulis untuk mengabadikan kenangan indah tersebut. Menulis untuk dikenang, menulis untuk keabadian.
Berbagai tipe manusia pun di temui, ada yang melirik sambil menarik nafas menahan sesak yang ada. Mungkin mereka tidak senang melihat pasukan yang berjalan memasang stiker caleg. Adapula yang diam kaku, tidak ada respon apa-apa. Disodori kartu nama caleg pun tak membuatnya bergeming. Kaku dan beku. Adapula yang memandang dalam diam, ketika disodori kartu nama dia terima dalam diam, dingin tak bersahabat. Sakitkah hati menghadapi sambutan masyarakat yang beragam? Sakit terkadang muncul dengan rasa ngilu yang sangat menyiksa. Kadang pula air mata yang melukiskan perasaan itu, bahkan sakit itu hanya bisa diungkapkan dengan diam dengan hati yang menjerit.
Namun sambutan masyarakat yang sangat tidak bersahabat adalah ujian untuk mendewasakan, tarbiyah nafsiyah sebagai realisasi dari apa yang kita pahami dan dapati di halaqah pekanan. Berteori memang gampang namun realisasi yang amat susah.
Ada pula sambutan masyarakat yang begitu luar biasa, dia menjamu kita dengan makanan kecil dan merespon jualan kita dengan baik. Mereka merasakan keberadaan kita, mengambil manfaat dari kehadiran kita. Ah indahnya………bisa bermanfaat bagi sesama.

0 komentar:

Posting Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template